Para meteorolog menolak tuduhan tersebut, menunjukkan bahwa badai serupa pernah menempuh lintasan yang hampir identik sebelumnya.
Mereka berpendapat bahwa perubahan arah Badai King kemungkinan terjadi secara alami sebelum es kering dijatuhkan.
Meskipun tidak terbukti mengubah arah badai, para ilmuwan yang terlibat merasa eksperimen tersebut menghasilkan perubahan pada struktur awan.
Vincent Schaefer melaporkan adanya area awan salju dan hujan ringan yang sebelumnya tidak ada.
Namun, tim tidak berhasil mencapai inti badai karena keterbatasan peralatan navigasi saat itu, sehingga belum bisa memastikan pengaruh es kering terhadap perilaku badai.
Fisikawan peraih Nobel Irving Langmuir menyimpulkan bahwa eksperimen tersebut lebih banyak menghasilkan pertanyaan daripada jawaban, menyoroti betapa terbatasnya pengetahuan tentang badai tropis pada masa itu.
Project Cirrus akhirnya menghentikan eksperimen penyemaian badai setelah kontroversi tersebut. Meskipun demikian, upaya mempelajari cara memengaruhi cuaca terus berlanjut selama beberapa dekade berikutnya.
Kini, sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa energi badai tropis terlalu besar untuk diubah hanya dengan menjatuhkan es kering.
>>> Messi Buktikan Status GOAT Meski Tanpa Gol Lawan Inggris
Namun, eksperimen pada 1947 itu tetap dikenang sebagai salah satu percobaan paling berani dan kontroversial dalam sejarah penelitian cuaca.
