⌂ Beranda News NASA Temukan Laut Bercahaya Misterius yang Membingungkan Ilmuwan

NASA Temukan Laut Bercahaya Misterius yang Membingungkan Ilmuwan

NASA Temukan Laut Bercahaya Misterius yang Membingungkan Ilmuwan
Ilustrasi: NASA Temukan Laut Bercahaya Misterius yang Membingungkan Ilmuwan
A A Ukuran Teks16px

Selama lebih dari 400 tahun, para pelaut melaporkan fenomena aneh berupa hamparan laut yang bercahaya terang pada malam hari.

Kini, berkat satelit NASA, misteri yang dikenal sebagai milky seas atau 'laut susu' itu akhirnya bisa diamati dari luar angkasa.

>>> Anthony Gordon: Messi Lebih Bagus dari yang Kubayangkan

Meski demikian, penyebab pasti kemunculannya masih menjadi teka-teki bagi ilmuwan.

Fenomena ini berbeda dengan bioluminesensi yang biasa terlihat di pantai saat ombak pecah.

Pada milky seas, cahaya muncul secara merata di permukaan laut lepas dan dapat membentang hingga puluhan ribu kilometer persegi.

Cahaya tersebut cukup terang untuk terlihat dari satelit yang mengorbit Bumi.

Sejauh ini, para peneliti telah mengumpulkan sekitar 400 laporan mengenai fenomena tersebut dalam kurun empat abad terakhir.

Salah satu laporan paling terkenal datang dari kapten kapal Moozuffer yang melintasi Laut Arab pada 1849.

"Pemandangannya seperti hamparan salju tanpa batas atau lautan air raksa," tulis sang kapten dalam catatan pelayarannya.

Kemajuan teknologi memungkinkan para ilmuwan memantau fenomena ini dari luar angkasa menggunakan sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit NOAA dan NASA.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2021, tim yang dipimpin Steven Miller, profesor atmosfer di Colorado State University, berhasil mengidentifikasi 12 kejadian milky seas dari data satelit yang dikumpulkan antara 2012 hingga 2021.

Salah satunya terjadi pada 2019 dengan luas hampir sebesar Islandia dan bertahan selama lebih dari 40 malam berturut-turut.

Ilmuwan sebenarnya telah mengetahui organisme yang menghasilkan cahaya tersebut.

Saat kapal riset memasuki kawasan milky seas di Laut Arab pada 1985, para peneliti menemukan populasi besar bakteri bercahaya Vibrio harveyi di dalam air.

>>> Youri Tielemans Ungkap Alasan Gabung Manchester United

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM