⌂ Beranda News CEO Perusahaan AI Kini Dikawal Bodyguard Bersenjata, Kenapa?

CEO Perusahaan AI Kini Dikawal Bodyguard Bersenjata, Kenapa?

CEO Perusahaan AI Kini Dikawal Bodyguard Bersenjata, Kenapa?
Ilustrasi: CEO Perusahaan AI Kini Dikawal Bodyguard Bersenjata, Kenapa?
A A Ukuran Teks16px

Kekhawatiran akan keselamatan para pemimpin industri kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat seiring eskalasi sentimen anti-AI yang berujung pada ancaman dan percobaan kekerasan.

Menurut laporan Wall Street Journal, perusahaan-perusahaan AI terkemuka kini meningkatkan sistem keamanan mereka.

>>> Misteri Bola Emas di Laut Dalam Akhirnya Terpecahkan

Beberapa eksekutif bahkan bepergian dengan pengawalan bersenjata, sementara yang lain memilih mengurangi penampilan di depan publik.

"Beberapa tahun lalu, para CEO teknologi jelas tidak memiliki pengawalan keamanan.

Sekarang, banyak perusahaan teknologi yang memasukkan hal tersebut ke dalam anggaran mereka," ujar Dakota Dominguez, eksekutif firma keamanan JPT Security di Silicon Valley, dikutip dari Futurism.

Insiden Nyata Mengancam Keselamatan

Awal tahun ini, industri AI diguncang insiden ketika seorang aktivis anti-AI berusia 20 tahun, Daniel Moreno Gama, mencoba melempar bom ke rumah CEO OpenAI, Sam Altman.

Beruntung, aksinya gagal dan tidak ada korban jiwa.

OpenAI tidak sendirian.

>>> Guardiola Ungkap Syarat Spanyol Bisa Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Sekitar waktu yang sama, kantor pusat Anthropic, pesaing OpenAI, hampir mengalami insiden berbahaya ketika seorang pria menyelinap masuk.

Pria tersebut berhasil dihentikan sebelum terjadi cedera.

Selain percobaan kekerasan fisik, para aktivis juga melumpuhkan data center, merusak kamera berbasis AI, dan menggelar protes di kantor pusat perusahaan AI.

Jajak pendapat menunjukkan masyarakat khawatir AI memicu PHK massal, memusatkan kekayaan, dan bahkan mendatangkan kiamat.

"Itu alasannya mengapa orang-orang membakar. Kita tak bisa kembali ke sistem perhambaan.

Sangat terasa orang-orang yang berkuasa ingin jadi raja.

>>> Resmi! Persija Rekrut Eks Bundesliga Kwon Chang-hoon, Dikontrak 2 Musim

Secara historis, itu tak pernah berakhir baik bagi para raja," ujar Bonnie Kate Wolf, mantan karyawan Pinterest yang terkena PHK saat restrukturisasi perusahaan yang fokus pada AI.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM