Gubernur New York, Kathy Hochul, mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meninjau dan memperbarui tumpukan aturan hukum negara bagian yang dianggap sudah usang.
Pendekatan inovatif ini memungkinkan tim Hochul untuk mengidentifikasi regulasi yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini, sebuah proses yang jika dilakukan secara manual dapat memakan waktu bertahun-tahun.
>>> Nasib Tuchel di Inggris Dipertanyakan, Guardiola Muncul Sebagai Kandidat
Identifikasi Aturan Kuno
Dalam sebuah wawancara, Hochul menyoroti beberapa contoh aturan kuno yang berhasil diidentifikasi oleh AI.
Aturan tersebut termasuk kewajiban membayar USD 25 untuk membawa anjing berburu dan syarat izin khusus bagi ibu hamil yang bekerja larut malam.
Proses peninjauan seluruh undang-undang yang diperkirakan memakan waktu lima tahun jika dilakukan secara manual, kini dapat diselesaikan hanya dalam beberapa bulan berkat bantuan AI.
>>> Timnas Voli Putra Indonesia Lolos Semifinal SEA V Cup Usai Kalahkan Filipina
Hasil analisis ini memberikan dasar bagi Hochul dan lembaga negara bagian untuk segera menghapus regulasi yang tidak lagi relevan, sehingga menciptakan pemerintahan yang lebih efisien.
Hochul menekankan pentingnya pemanfaatan AI dalam pemerintahan.
Ia menyatakan bahwa AI adalah cara yang ampuh untuk memastikan pemerintahan berada di pihak masyarakat, bukan membebani mereka.
>>> Google Ganti Nama NotebookLM Jadi Gemini Notebook, Integrasi AI Makin Dalam
Langkah ini sejalan dengan keputusan New York sebelumnya yang menangguhkan pembangunan pusat data AI baru selama satu tahun untuk menyusun regulasi terkait dampaknya terhadap utilitas dan sumber daya alam.

