Naufaldi menambahkan bahwa AI coding agent dapat membantu founder atau tim kecil membuat internal tools lebih cepat, tanpa harus membangun tim engineering besar sejak awal.
Tantangan Adopsi AI di Indonesia
Meskipun antusiasme tinggi, adopsi AI di Indonesia masih menemui hambatan. Banyak peserta yang bekerja di perusahaan atau startup mengeluhkan belum adanya anggaran dan kebijakan penggunaan AI.
Akibatnya, tidak sedikit yang masih berlangganan menggunakan dana pribadi.
Selain itu, banyak pengguna baru yang masih memperlakukan Codex seperti chatbot biasa, padahal AI coding agent membutuhkan pemahaman workflow, pemilihan model, dan validasi hasil yang lebih matang.
Naufaldi menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia, melainkan asisten. Ia mengingatkan agar developer dan knowledge worker melihat Codex sebagai pembantu, bukan pengganti.
>>> Kabel Laut Nongsa-Changi Mendarat di Batam, Perkuat Konektivitas Digital RI
Ia menekankan bahwa kemampuan memberi instruksi yang baik, memvalidasi hasil, dan berpikir kritis tetap menjadi skill paling penting di era AI saat ini.
