Setelah konten serupa muncul berulang kali, sebuah tudingan perlahan dapat dianggap sebagai fakta meski pengguna tidak menyaksikan pertandingan secara utuh.
Rosie menyinggung penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) terhadap sekitar 126.000 rangkaian berita di Twitter selama 11 tahun.
>>> Resmi! Chelsea Tuntaskan Transfer Morgan Rogers dengan Rekor Inggris
Penelitian tersebut menemukan informasi palsu menyebar lebih jauh dan cepat daripada informasi benar, serta 70% lebih mungkin dibagikan ulang.
Apakah Kebencian terhadap Messi Terkoordinasi?
Rosie mengingatkan bahwa tidak semua konten yang terlihat seperti unggahan penggemar selalu muncul secara organik.
Sebagian kampanye pembentukan opini dapat dilakukan secara terkoordinasi menggunakan kalender konten, tim penyunting, jaringan kreator, dan poin pembicaraan tertentu.
Namun, ia tidak menyertakan bukti langsung bahwa seluruh sentimen negatif terhadap Messi berasal dari kampanye berbayar.
Analisisnya lebih menyoroti pola umum tentang bagaimana narasi dibangun dan diperkuat lewat media sosial.
Narasi berulang juga berkaitan dengan fenomena psikologis bernama illusory truth effect. Seseorang cenderung menganggap informasi benar apabila terus-menerus melihatnya, meskipun akurasinya belum terbukti.
Satu video mungkin tidak langsung mengubah pandangan. Namun, puluhan video serupa selama berminggu-minggu dapat menimbulkan kesan bahwa tudingan terhadap Messi telah menjadi kebenaran umum.
AI Mempercepat Penyebaran Narasi
Menurut Rosie, operasi narasi berskala besar dulunya membutuhkan biaya mahal untuk studio, editor, pembelian media, dan jaringan distribusi.
Karena itu, kemampuan tersebut lebih banyak dimiliki pemerintah dan perusahaan besar.
Kehadiran AI perlahan menghilangkan hambatan biaya tersebut. Pengeditan gambar, video, artikel, dan komentar yang meyakinkan kini dapat dilakukan lebih cepat dan murah.
NewsGuard mencatat hanya 49 situs berita dan informasi buatan AI pada Mei 2023. Jumlahnya meningkat menjadi 614 pada Desember tahun yang sama.
Per 23 Juni 2026, NewsGuard telah mengidentifikasi 3.749 situs ladang konten AI dalam 16 bahasa. Situs-situs tersebut umumnya memproduksi banyak artikel dengan sedikit atau tanpa pengawasan manusia.
Pertumbuhan ini menunjukkan strategi yang sebelumnya memerlukan waktu bertahun-tahun kini dapat dijalankan dalam hitungan minggu, bahkan berpotensi hanya beberapa hari.
"Saya tidak khawatir soal Messi. Dia sudah punya semua trofi yang penting dan 20 tahun rekaman pertandingan.
>>> Scaloni Klaim Tak Tahu Soal Spanduk Malvinas, Argentina Tunggu Sanksi FIFA
Yang saya khawatirkan adalah 'semua hal lain'," tutup Rosie.
