Diperlukan sinergi dalam membangun standar, talenta, riset, hingga implementasi agar Indonesia memiliki kapabilitas mandiri dalam menjaga keamanan data dan infrastruktur digital.
Workshop ini juga menampilkan hasil riset dan demonstrasi implementasi dari akademisi dan pelaku industri.
Diskusi mencakup pengembangan Quantum-Safe QRIS, simulasi penerapan quantum computing, hingga implementasi hybrid cryptography untuk identitas digital, sertifikat elektronik, dan komunikasi aman.
Forum menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain penyusunan roadmap nasional transisi menuju PQC, identifikasi use case prioritas, pengembangan pilot project, serta penguatan kolaborasi riset dan pengembangan talenta.
Area potensial untuk implementasi awal meliputi perlindungan komunikasi digital, layanan keuangan, identitas digital, cloud, cybersecurity, Public Key Infrastructure, Hardware Security Module (HSM), serta sistem layanan publik dan infrastruktur digital strategis.
Telkom berkomitmen mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor untuk membangun fondasi keamanan digital Indonesia.
Melalui sinergi ini, Telkom mendorong terwujudnya ekosistem digital yang tangguh, terpercaya, dan siap menghadapi tantangan keamanan di era komputasi kuantum.
Turut hadir dalam workshop tersebut antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Giyanto Awan Sularso, Managing Director Strategic Technology Initiatives BPI Danantara Ricardo Irwan Rei, serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.
>>> Paket Bundling Gokart untuk yang Ingin Balapan Lebih Lama
Pakar dari ITS, Telkom University, Universitas Pertahanan RI, IBM, OJK, Peruri, BSSN, dan Universitas Brawijaya juga turut memaparkan perkembangan teknologi dan implementasi awal PQC.
