PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengambil peran strategis dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 di Institut Teknologi Bandung.
Forum ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi untuk membahas penguatan pangkalan data pendidikan nasional.
Acara tersebut digagas oleh Pusdatin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama jaringan IDREN.
Pembahasan berfokus pada tata kelola teknologi, konektivitas riset, ketahanan siber, dan pemanfaatan kecerdasan buatan secara aman.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyoroti pentingnya sinergi antarelemen dalam ekosistem pendidikan. Langkah ini krusial untuk membangun kesiapan fasilitas kampus menghadapi teknologi komputasi kuantum.
Seno menyampaikan bahwa kesenjangan digital dapat diatasi bersama secara lebih murah, cepat, dan aman.
Kolaborasi pentahelix dinilai menjadi kunci utama karena tidak ada satu institusi pun yang mampu membangunnya sendirian.
Kesiapan digital perguruan tinggi kini sangat menentukan akreditasi, daya serap lulusan, hingga reputasi riset. Banyak kampus dilaporkan masih rentan karena bergantung pada koneksi tunggal tanpa sistem pelaporan terstandar.
Kehadiran IDREN diharapkan mampu menutup kesenjangan secara kolektif dengan biaya operasional yang lebih efisien. Pertemuan ini juga menyoroti urgensi kesiapan sektor pendidikan menghadapi era kuantum.
Potensi pencurian data terenkripsi dinilai membahayakan identitas mahasiswa serta kekayaan intelektual riset. Telkom aktif memitigasi ancaman tersebut melalui penyusunan rencana migrasi Post-Quantum Cryptography sebelum tahun 2030.
Sinergi pentahelix ini diarahkan murni untuk mendukung agenda nasional Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045. Telkom memosisikan diri sebagai penyedia tulang punggung konektivitas digital nasional.