Hidup di luar angkasa membuat tubuh astronaut mengalami perubahan biologis termasuk sering sembelit.
Ilmuwan dari University of Copenhagen bersama NASA akhirnya memahami penyebab fenomena gangguan pencernaan tersebut.
>>> Ana dan Trias Lolos ke Delapan Besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026
Analisis Sampel Darah Astronaut di ISS
Peneliti menganalisis 488 sampel darah dari 52 astronaut yang tinggal di International Space Station antara tahun 2006 dan 2018.
Sampel itu diambil sebelum, selama, dan setelah misi luar angkasa berlangsung.
Analisis menunjukkan perubahan pada sampel darah yang mengindikasikan bakteri usus mulai memfermentasi protein dalam jumlah besar.
Perubahan biokimia tersebut terjadi beberapa minggu setelah tiba di luar angkasa dan berlanjut hingga kembali ke Bumi.
>>> Tinggi Badan Cristiano Jr Sudah Lewati Sang Ayah di Usia 16 Tahun
Kondisi minim gravitasi diduga membuat makanan bergerak lebih lambat di dalam saluran pencernaan.
Pencernaan yang melambat menyebabkan karbohidrat habis sehingga mikroba usus memecah lebih banyak protein.
Proses fermentasi protein yang meningkat ini menghasilkan senyawa seperti amonia dan hidrogen sulfida.
>>> Harga dan Spesifikasi Redmi 17 Resmi Dirilis dengan Baterai 7.500 mAh
Tim peneliti menyarankan konsumsi diet kaya serat dan karbohidrat agar mikroba tidak bergantung pada fermentasi protein.

