Sebuah objek antarbintang bernomor 3I/ATLAS melintasi ruang angkasa pada tahun 2025 dengan kecepatan mencapai 220.500 km/jam.
Perilaku ganjil tersebut memicu spekulasi dari astrofisikawan Universitas Harvard, Prof. Avi Loeb, mengenai potensi entitas teknologi.
Sejumlah peneliti sepakat bahwa penemuan kontak pertama kemungkinan besar berupa anomali data, mirip Sinyal Wow! pada tahun 1977.
Komunitas ilmiah sebenarnya telah menyusun protokol pasca-deteksi SETI sejak tahun 1989 untuk mengatur respons.
Pakar komunikasi krisis, Dr. Andreas Schwarz, menilai perlunya rencana komprehensif mulai dari pemerintahan hingga evakuasi.