⌂ Beranda News Komdigi Klarifikasi Istilah 'Londo Ireng', Sebut Prabowo Tak Serang Media

Komdigi Klarifikasi Istilah 'Londo Ireng', Sebut Prabowo Tak Serang Media

Komdigi Klarifikasi Istilah 'Londo Ireng', Sebut Prabowo Tak Serang Media
Ilustrasi: Komdigi Klarifikasi Istilah 'Londo Ireng', Sebut Prabowo Tak Serang Media
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) angkat bicara mengenai polemik istilah 'londo ireng' yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menegaskan bahwa ucapan tersebut bukanlah serangan terhadap media, profesi tertentu, maupun kelompok masyarakat. Istilah itu merupakan kiasan politik.

>>> Nasib Endrick di Real Madrid: Dipinjamkan Lagi atau Bertahan?

Kiasan tersebut bertujuan mengingatkan publik agar waspada terhadap narasi pesimisme terhadap kemajuan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi, Fifi Aleyda Yahya.

Fifi menekankan pentingnya melihat pernyataan Presiden secara utuh, bukan terpaku pada satu istilah yang dapat mengaburkan pesan utama.

Pesan utamanya adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak yang sengaja membangun narasi seolah Indonesia tidak memiliki harapan.

Ia menambahkan bahwa kritik tetap diperlukan, namun berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis. Presiden Prabowo justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik yang disampaikan masyarakat.

>>> Taipei Open 2026: Thalita Kejutan, Singkirkan Unggulan ke-7 Zhang Beiwen

Sebagai contoh, pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan dipandang sebagai masukan penting yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah. Temuan di lapangan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan.

Komdigi juga membantah anggapan bahwa pernyataan Presiden merupakan bentuk serangan terhadap kebebasan pers. Fifi menegaskan pemerintah tetap menghormati kemerdekaan pers dan peran seluruh elemen bangsa dalam demokrasi.

Pemerintah mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi narasi negatif tanpa melihat upaya penyelesaian yang sedang dilakukan. Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan, mempercepat perbaikan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya.

>>> Indosat Perluas Jaringan 5G dan FWA Setelah Kantongi Spektrum 80 MHz

Ruang demokrasi tetap terbuka, namun diharapkan kritik dapat menjadi energi perbaikan bersama.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM