Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kecaman keras kepada kelompok masyarakat yang menolak proyek pembangunan data center baru.
Pernyataan tersebut dilontarkan ketika Partai Republik menghadapi penolakan dari para pemilih menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa satu-satunya alasan warga menolak fasilitas itu adalah keinginan untuk hidup terbelakang dan miskin.
Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut dapat mendatangkan kesuksesan, kekayaan, pajak rendah, serta lapangan kerja yang luas.
Menurut laporan, ketegangan ini muncul setelah National Republican Senatorial Committee mengeluarkan memo terkait persepsi negatif pemilih.
Survei Gallup pada bulan Maret lalu menunjukkan bahwa tujuh dari 10 orang Amerika menentang pembangunan data center AI di daerah mereka.
Fasilitas komputasi tersebut sendiri difungsikan untuk melatih serta mengoperasikan model kecerdasan buatan dari berbagai perusahaan teknologi besar.