Lintasarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia.
Upaya ini diwujudkan melalui pembangunan fondasi digital berdaulat yang dibahas dalam BPD Summit 2026 di Semarang pada 5-7 Agustus 2026.
>>> Adopsi AI di Indonesia Capai 40%, AWS Sebut Masuki Fase Eksekusi
Forum ini menjadi wadah kolaborasi strategis bagi para pimpinan BPD dan regulator untuk merumuskan penerapan Digital Sovereignty, penguatan ketahanan siber, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Langkah strategis ini krusial untuk memperkuat peran BPD sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah, mengingat tingkat kematangan digital dan kesiapan talenta yang masih bervariasi.
Solusi Terintegrasi Lintasarta Intelligent Core
Presiden Direktur & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyatakan BPD dituntut memiliki kapabilitas digital dan keamanan siber setara bank besar, namun tetap efisien dan fleksibel.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Lintasarta menghadirkan Lintasarta Intelligent Core, fondasi digital terpadu yang mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI dalam satu ekosistem aman dan andal.
Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama: Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapabilitas utama (4C), serta Seamless Experience untuk pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien.
>>> Luka Modric Ungkap Alasan Tetap Bermain di AC Milan Meski Usia 40 Tahun
Peningkatan Keamanan Siber dan Talenta Digital
Isu krusial yang diangkat adalah tingkat kematangan Cybersecurity dan Security Operations Center (SOC) di lingkungan BPD yang belum merata.
Lintasarta menawarkan pendekatan keamanan siber yang proaktif, terintegrasi, dan didukung AI agar sistem perbankan daerah mampu menangkis ancaman siber yang kompleks.
Dalam mendukung akselerasi transformasi ini, Lintasarta menggulirkan tiga pilar kolaborasi utama bagi BPD: pembentukan forum kolaborasi lintas BPD, pemanfaatan AI untuk use case prioritas, dan penguatan kapasitas SDM melalui pencetakan talenta digital lokal.
Seluruh inisiatif ini dirancang sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
>>> Fabio Quartararo Siap Hadapi MotoGP Inggris, Trauma Masa Lalu Teratasi?
Sebagai entitas Beyond AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, langkah kolaboratif ini diharapkan memacu daya saing BPD dalam menghadirkan layanan keuangan digital modern tanpa mengorbankan kedaulatan data nasabah.

