⌂ Beranda News Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ilustrasi: Ekosistem Digital Jadi Mesin Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
A A Ukuran Teks16px

>>> Atletico dan Arsenal Ikut Buru Romero yang Belum Sepakat dengan Inter

Semua investasi ini harus bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan teknologi tidak hanya menghubungkan Indonesia, tetapi juga melindungi hak masyarakat dan memperkuat masa depan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, menilai Indonesia juga perlu melakukan lompatan teknologi agar tidak tertinggal dari negara lain.

Menurutnya, percepatan implementasi jaringan 5G, pengembangan jaringan satelit berbasis non-terrestrial network (NTN), adopsi teknologi kriptografi kuantum, hingga peningkatan kapasitas data center menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.

"Indonesia harus loncat segera ke 5G, loncat ke kripto kuantum, kemudian loncat juga ke satelit non-terrestrial network.

Kita juga harus mempercepat penyediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan nasional," kata Sarwoto.

Penguatan ekosistem digital juga dinilai harus dibarengi dengan peningkatan keamanan siber.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, mengatakan ancaman siber kini semakin kompleks dan sebagian besar justru berasal dari kerentanan internal, seperti kebocoran kredensial, malware, hingga kesalahan manusia.

Menurutnya, penerapan teknologi harus dibangun dengan pendekatan security by design dan resilient by architecture, disertai kolaborasi antarlembaga dalam berbagi informasi ancaman siber.

Berbagai strategi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang digelar pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat", forum yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, dan investor untuk membahas pengembangan ekosistem digital nasional.

>>> Mengenal Solusi 4C Lintasarta untuk Akselerasi Digital Bank Daerah

Penyelenggara menargetkan lebih dari 13.000 peserta menghadiri DTI-CX 2026, dengan ratusan pembicara dari dalam dan luar negeri serta ratusan perusahaan teknologi yang memamerkan inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI), cloud computing, data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM