Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil menciptakan virus yang dirancang oleh kecerdasan buatan (AI).
Pencapaian ini menimbulkan harapan untuk inovasi baru di bidang kesehatan, namun juga memicu kekhawatiran mengenai keamanan teknologi tersebut.
>>> Netizen Kanada Komentari Kegagalan John Herdman di Piala AFF 2026
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science, tim peneliti dari Arc Institute dan Stanford University berhasil menciptakan jenis virus spesifik yang dikenal sebagai bakteriofag.
Bakteriofag adalah virus yang hanya menginfeksi bakteri dan berpotensi digunakan dalam pengobatan infeksi persisten.
Virus tersebut diciptakan menggunakan model bahasa genomik, Evo 1 dan Evo 2.
Cara kerjanya mirip dengan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT, namun model ini dilatih menggunakan triliunan nukleotida dan mempelajari tata bahasa kode genetik.
Untuk eksperimen ini, model dilatih dengan 15.000 virus dari famili yang sama dengan Phi X-174, virus kecil yang menginfeksi bakteri E.
coli. Kode genetik untuk virus yang dapat menginfeksi tumbuhan, manusia, atau hewan lain sengaja dikecualikan untuk meminimalkan risiko.
Evo menghasilkan sekitar 700.000 calon virus baru, dan tim ilmuwan memilih 285 kandidat paling menjanjikan untuk dimasukkan ke dalam bakteri.
>>> Hakan Calhanoglu Tegaskan Kebahagiaannya di Inter Milan
Akhirnya, 16 ciptaan Evo berhasil menghasilkan virus yang berfungsi.
Para ilmuwan menyatakan bahwa kemampuan merancang genom dengan cepat dan menyesuaikannya dengan mikroorganisme tertentu, sambil mengatasi resistensi, dapat merevolusi terapi phage dan memperluas perangkat bioteknologi.
Kekhawatiran Biosafety dan Biosecurity
Namun, kekhawatiran terkait biosafety, biocontainment, dan biosecurity muncul dari penelitian ini.
Prof. Tom Inglesby dan Dr. Moritz Hanke dari Center for Health Security di Johns Hopkins University memperingatkan hal tersebut.
Mereka menyatakan bahwa meskipun menjanjikan untuk aplikasi ilmu hayati, penelitian ini menimbulkan pertanyaan mendesak tentang keamanan biologis.
Kemampuan membuat genom virus menggunakan AI generatif kini telah ada, namun tata kelola untuk mengarahkannya dengan aman belum tersedia.
Meskipun genom bakteriofag sangat kecil, eksperimen ini membuktikan bahwa AI generatif mampu menciptakan genom virus yang berfungsi.
>>> Mengapa Kutub Selatan Bulan Jadi Rebutan AS dan China?
Para ahli menyarankan agar penelitian terhadap patogen yang dapat menginfeksi manusia, hewan, atau tumbuhan sebaiknya tidak dilanjutkan.
