>>> Demi Jaga Keuangan, Corinthians Akhiri Kebersamaan dengan Depay
Karbon yang tersisa diduga mengalami tekanan luar biasa besar, memunculkan gambaran populer tentang planet berlian.
Namun, astronom tidak pernah melihat permukaan PSR J1719-1438 b yang dipenuhi berlian.
Istilah planet berlian hanyalah julukan untuk menggambarkan kemungkinan komposisi dan kondisi materialnya, yang disimpulkan dari massa, kepadatan, orbit, serta sejarah evolusinya.
Penemuan PSR J1719-1438 b dilakukan melalui perubahan kecil pada sinyal pulsar.
Gravitasi objek pendamping menyebabkan pulsar sedikit bergoyang, yang mengubah waktu kedatangan sinyal radio dan memungkinkan perhitungan keberadaan serta massa objek tersebut.
Hasil pengamatan menunjukkan PSR J1719-1438 b memiliki periode orbit hanya sekitar 0,09 hari dan jarak yang sangat dekat dari pulsar, hanya sekitar 600.000 kilometer.
Kandidat Planet Berlian Lain
PSR J1719-1438 b bukan satu-satunya objek yang pernah dijuluki planet berlian.
Eksoplanet 55 Cancri e, misalnya, pernah menjadi kandidat planet yang kemungkinan kaya karbon, berukuran sekitar dua kali diameter Bumi dan bermassa sembilan kali Bumi.
Berbeda dengan PSR J1719-1438 b, 55 Cancri e juga mengorbit bintangnya dengan sangat dekat, dengan satu tahun di planet tersebut hanya berlangsung sekitar 17 jam.
Dugaan mengenai kandungan karbon dan berlian pada planet ini pun tetap merupakan hasil pemodelan ilmiah.
Objek seperti PSR J1719-1438 b kemungkinan merupakan sisa bintang yang mengalami transformasi ekstrem, dengan material superpadat di bawah tekanan luar biasa besar.
>>> Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Resmi Menikah Setelah 10 Tahun Bersama
Astronom terus mempelajari bagaimana objek aneh ini bisa bertahan mengorbit pulsar dalam jarak yang begitu dekat.
