⌂ Beranda News Indosat, NVIDIA, Komdigi, dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI di Yogyakarta
News

Indosat, NVIDIA, Komdigi, dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI di Yogyakarta

Indosat, NVIDIA, Komdigi, dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI di Yogyakarta
Indosat, NVIDIA, Komdigi, dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI di Yogyakarta
A A Ukuran Teks16px

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), NVIDIA, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC).

Pusat teknologi ini didirikan sebagai wadah untuk pengembangan riset, inovasi, dan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

>>> Jutaan Akun Penipu Diblokir Meta, 63 Pelaku Sindikat Kriminal Diringkus

Peresmian NVAITC yang berlokasi di UGM, Sleman, merupakan bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE).

Pusat ini bertujuan menyatukan pemerintah, industri, akademisi, dan perusahaan teknologi global.

CEO IOH, Vikram Sinha, menyatakan bahwa pembentukan pusat teknologi AI ini berawal dari diskusi sekitar 15-16 bulan lalu.

Ia menekankan bahwa pengembangan AI tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia, riset, dan inovasi.

"80% adalah tentang manusia, kemudian baru platform dan teknologi. Karena pada akhirnya, manusia harus menjadi pemimpin dan teknologi harus berpusat pada manusia," ujar Vikram.

Vikram mengungkapkan bahwa ia secara pribadi telah meminta CEO NVIDIA, Jensen Huang, agar inisiatif AI Center juga dapat hadir di Indonesia.

Keberadaan pusat AI ini diharapkan tidak hanya menghasilkan talenta, tetapi juga menghubungkan mereka dengan peluang karir.

Menurut Vikram, Indonesia perlu memanfaatkan momentum perkembangan AI agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi. "Indonesia tidak boleh menjadi negara yang hanya sebagai konsumsi.

>>> Sejarah Baru PSG: 13 Gelar Diraih Luis Enrique dalam 3 Musim

Kita harus bergeser," tegasnya.

Salah satu tolok ukur keberhasilan pusat AI ini adalah sejauh mana riset dan aplikasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia mencontohkan riset eNose-TB dari UGM untuk skrining tuberkulosis, yang berpotensi menyelamatkan nyawa dengan biaya terjangkau.

Selain riset, IOH berkomitmen mengembangkan talenta AI dengan target dua juta talenta siap era AI melalui kolaborasi dengan UGM dan universitas lainnya.

Namun, Vikram menegaskan bahwa NVAITC tidak dibentuk secara langsung sebagai pusat komersialisasi, melainkan lebih fokus pada pengembangan riset dan talenta.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menambahkan bahwa NVAITC akan memperkuat riset AI yang telah dilakukan UGM.

Lebih dari 50 persen riset mahasiswa UGM saat ini sudah berkaitan dengan AI di berbagai bidang keilmuan, termasuk teknologi informasi, kesehatan, sosial-humaniora, pertanian, dan teknik.

>>> Fokus Riset AI UGM, Indosat Siapkan Jalur Komersialisasi

Ova juga menyatakan bahwa NVAITC terbuka untuk kolaborasi dengan talenta dari universitas lain, menjadikannya ruang bersama untuk pengembangan riset AI di Indonesia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM