Meta mengumumkan telah menghapus lebih dari 11 juta akun yang diduga terkait dengan jaringan penipuan kriminal di platformnya.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberantas aktivitas penipuan secara global.
>>> Sejarah Baru PSG: 13 Gelar Diraih Luis Enrique dalam 3 Musim
Ben Joe, Vice President Meta Asia Pasific, menyatakan bahwa tahun lalu saja, lebih dari 159 juta iklan penipuan berhasil dihapus.
Ia menambahkan, upaya pemberantasan tahun ini melibatkan kerja sama dengan Microsoft, Point Base, Departemen Kehakiman AS, kepolisian, serta berbagai instansi pemerintah.
Penangkapan Sindikat Besar dan Pencegahan Iklan Penipuan
Hasil kerja sama ini tidak hanya berujung pada penghapusan lebih dari satu juta akun, halaman, dan grup yang terkait penipuan, tetapi juga penangkapan 63 individu dari sindikat penipuan besar.
>>> Fokus Riset AI UGM, Indosat Siapkan Jalur Komersialisasi
Meta mengklaim 92% iklan penipuan berhasil diturunkan sebelum dilaporkan oleh pengguna, menunjukkan efektivitas sistem deteksi dini mereka.
Untuk memperkuat keamanan, Meta menargetkan 90% pendapatan iklan global berasal dari entitas bisnis terverifikasi pada akhir 2026.
>>> Enam Pemain Debut di Timnas Indonesia Era Pelatih John Herdman
Perusahaan juga terus berupaya mengedukasi pengguna melalui kampanye keamanan siber yang telah menjangkau 300 juta pengguna, menekankan pentingnya penggunaan pass key dan otentikasi dua faktor.
