Fungsi burung hantu lebih tepat sebagai salah satu bagian dari sistem pengendalian hama, bukan solusi tunggal.
Hilangnya predator alami dapat mengubah keseimbangan ekosistem dan mengurangi pilihan petani untuk pengendalian hama secara biologis.
Konservasi burung hantu tidak hanya menyelamatkan satu jenis satwa, tetapi juga memiliki manfaat ekologis yang lebih luas.
BRIN menyebut pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami adalah strategi pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Keberhasilan konservasi membutuhkan pengelolaan habitat dan pemantauan populasi. Penyediaan rumah burung hantu (rubuha) dapat membantu mereka berkembang biak dan beraktivitas di area pertanian.
Lingkungan tempat burung hantu mencari makan juga perlu dijaga. Penggunaan racun tikus secara sembarangan berpotensi membahayakan predator yang memangsa tikus tersebut.
Menyiksa atau membunuh satwa liar, termasuk burung hantu, bukanlah cara yang tepat, terlepas dari alasan mengapa mereka berada di sekitar rumah.
>>> Indosat, NVIDIA, Komdigi, dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI di Yogyakarta
Secara ekologis, burung hantu memiliki peran yang menguntungkan manusia dengan menjaga keseimbangan ekosistem.
