⌂ Beranda › News › Tren Belanja Asia Pasifik: 30% Lebih Tinggi di Platform Meta
News

Tren Belanja Asia Pasifik: 30% Lebih Tinggi di Platform Meta

Orang terlihat sedang berbelanja online sambil melihat ponsel mereka
Tren Belanja Asia Pasifik: 30% Lebih Tinggi di Platform Meta
A A Ukuran Teks16px

Pengguna platform Meta seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp dilaporkan menghabiskan uang 30% lebih banyak saat melakukan aktivitas scrolling.

Hal ini diungkapkan oleh Ben Joe, Vice President Meta Asia Pasifik.

Joe menjelaskan bahwa hampir separuh dari 3,6 miliar pengguna harian aplikasi Meta telah memeriksanya bahkan sebelum sarapan.

Meta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas dan menampilkan iklan yang relevan bagi pengguna.

Dalam acara 'Virtual briefing APAC Meta Business Updates 2026', Joe menyatakan bahwa lebih dari 9 juta usaha kecil kini menggunakan perangkat kreatif berbasis AI Meta.

Kawasan Asia Pasifik disebut memegang peranan penting dalam membentuk tren belanja daring.

Joe mengibaratkan strategi Meta dengan membisikkan hal yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat, berbeda dengan berteriak di tengah keramaian.

Perilaku Belanja di Asia Pasifik

Di Asia Pasifik, tanggal kembar seperti 12.12 menjadi momen belanja yang signifikan.

Konsumen di kawasan ini dilaporkan berbelanja 69% lebih banyak pada momen tersebut, melampaui persentase 49% pada Black Friday.

Konsumen Asia Pasifik lebih cenderung mencari inspirasi belanja melalui media sosial dibandingkan wilayah lain. Ketika menemukan produk di platform Meta, mereka membelanjakan uang 30% lebih banyak dari rata-rata.

Para kreator konten di Asia Pasifik juga memiliki pengaruh besar.

Ulasan produk dari kreator lebih dipercaya oleh konsumen di sana, bahkan 6 poin lebih tinggi dari rata-rata global.

Fenomena ini mendorong pertumbuhan kreator yang bergabung dengan program afiliasi.

Lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun mereka dengan program afiliasi dalam setahun terakhir.

Para kreator ini berhasil memperoleh komisi lebih dari USD 24 juta atau sekitar Rp 428 triliun dari postingan mereka hanya dalam satu bulan terakhir.

Meta juga sedang menguji coba fitur iklan untuk mempermudah kerja sama antara merek dan kreator.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru