Bencana tsunami yang melanda Jepang membawa dampak unik terhadap ekosistem perairan. Gelombang dahsyat tersebut mempertemukan dua spesies ikan berbeda dalam sebuah kolam.
Peristiwa itu menyatukan ikan laut Gasterosteus nipponicus dan ikan air tawar Gasterosteus aculeatus. Kedua spesies ini sebelumnya telah terpisah selama 680 ribu tahun.
Survei pada 2012 di pusat Kota Otsuchi mendapati sebanyak 38% ikan yang hidup di kolam-kolam baru tersebut merupakan hibrida.
Mereka memiliki nenek moyang dari laut dan air tawar.
Perubahan Genetik Seiring Waktu
Kendati demikian, fenomena ini tidak menandai kelahiran spesies baru yang permanen. Generasi ikan stickleback Otsuchi berikutnya justru memiliki sedikit materi nipponicus dalam genom mereka.
Pada 2020, populasi ikan tersebut hampir tidak bisa dibedakan secara genetik dari G. aculeatus murni.
Alel laut dilaporkan menghilang dalam waktu relatif cepat.
Para peneliti dari National Institute of Genetics Jepang terkejut melihat wilayah genom penghalang reproduksi utama dibersihkan begitu cepat.
Sebagian besar genom asing terus menghilang pada generasi selanjutnya.