Warga China kini ramai menyewakan wajah mereka untuk kebutuhan produksi drama China atau dracin berbasis kecerdasan buatan.
Fenomena ini muncul seiring pesatnya perkembangan serial video pendek berformat vertikal yang ditonton lewat ponsel.
>>> Regulasi Anti Buang Waktu Liga Brasil Buat Neymar Dikorbankan
Nilai Ekonomi Wajah Manusia
Orang biasa sekarang dapat melisensikan wajah mereka kepada perusahaan teknologi agar menjadi karakter digital dalam video.
Sekitar 128 ribu microdrama dirilis di China sepanjang Januari hingga Maret 2026 dengan lebih dari 95 persen memakai AI.
Platform seperti ActID dan New Claw memungkinkan pengguna mengunggah foto untuk dijadikan aset digital berbayar.
>>> Perkuat Lini Belakang, Arsenal Daratkan Ezri Konsa dari Villa
Harga lisensi wajah di berbagai platform tersebut berada di kisaran 99 hingga 500 yuan atau sekitar Rp260.000 hingga Rp1,3 juta.
Sisi Gelap Pencurian Wajah
Di balik peluang penghasilan tambahan itu, sebagian warga justru menemukan wajah mereka dipakai tanpa izin.
>>> Tim Cook Berduka Gempa NTT, Apple Salurkan Donasi Kemanusiaan
Guangzhou Internet Court telah menangani sekitar 700 kasus pencurian wajah berbasis AI dalam tiga tahun terakhir.
