Langit Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sempat memperlihatkan penampakan matahari berwarna merah pekat seperti bola api yang tampak dramatis.
Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, menjelaskan bahwa perubahan warna tersebut dipengaruhi oleh partikel-partikel asap di udara.
>>> Arsenal Menang 3-0 di Laga Perdana, Debut Christos Tzolis Banjir Pujian
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut memengaruhi pancaran cahaya matahari sebelum mencapai permukaan Bumi.
Penjelasan Ilmiah Hamburan Cahaya
Secara ilmiah, fenomena ini sesuai dengan cara aerosol dari kebakaran berinteraksi langsung dengan radiasi matahari.
Partikel asap berfungsi menghalangi dan menghamburkan cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih pendek, termasuk warna biru.
Akibat hamburan tersebut, spektrum cahaya yang sampai ke mata pengamat menjadi lebih redup dan tampak lebih merah.
Warna biru lebih mudah dihamburkan, sementara warna merah serta jingga mempunyai panjang gelombang lebih panjang.
>>> Gol indah Ronaldo dari bangku cadangan pastikan kemenangan Al Nassr
Ketika posisi matahari semakin rendah di langit, jarak tempuh cahayanya melalui atmosfer menjadi lebih panjang.
Adanya lapisan asap yang tebal memperkuat efek dominasi warna merah dan jingga saat matahari mendekati cakrawala.
Karakteristik aerosol asap kebakaran di Indonesia juga pernah diteliti oleh sejumlah ilmuwan dalam publikasi ilmiah sebelumnya.
Studi tersebut menunjukkan bahwa aerosol asap mengandung campuran partikel karbon dan sulfat yang memengaruhi radiasi matahari.
>>> Terungkap Alasan Medis di Balik Insiden Kolaps Jamal Musiala
Fenomena matahari merah di Palangka Raya ini membuktikan bahwa perubahan terjadi pada atmosfer, bukan pada matahari itu sendiri.
