⌂ Beranda News Strategi Rusia Kerahkan Amunisi Banderol Demi Kuras Rudal Ukraina
News

Strategi Rusia Kerahkan Amunisi Banderol Demi Kuras Rudal Ukraina

Strategi Rusia Kerahkan Amunisi Banderol Demi Kuras Rudal Ukraina
Strategi Rusia Kerahkan Amunisi Banderol Demi Kuras Rudal Ukraina
A A Ukuran Teks16px

Rusia meningkatkan penggunaan Banderol sebagai senjata baru berbiaya relatif murah di Ukraina.

Amunisi ini memiliki hulu ledak yang lebih kecil dari rudal jelajah konvensional.

>>> Aksi Impresif Carlos Espi Pastikan Kemenangan Tipis Madrid

Tujuan pengerahan senjata tersebut adalah memaksa Ukraina memakai sistem pertahanan udara yang mahal.

Militer Ukraina menyatakan Banderol sempat dicegat dalam serangan skala besar semalaman.

Senjata ini pertama kali tercatat digunakan di wilayah Ukraina pada musim semi 2025.

Moskow semakin sering menemui tren peningkatan penggunaan amunisi berbiaya rendah itu.

Spesifikasi dan Biaya Produksi Banderol

Senjata yang juga disebut S8000 ini merupakan drone kamikaze bermesin jet ukuran kecil.

Perangkat tersebut menggabungkan fitur khas dari rudal jelajah dan drone serang.

>>> Harry Maguire Jadi Sorotan Usai Aksi Aneh Jaga Rekannya Sendiri

Proses peluncurannya tidak memerlukan landasan pesawat terbang yang memberi peringatan dini.

Produsen UAV Rusia, Kronshtadt JSC, merakit Banderol agar bisa diluncurkan dari udara.

Amunisi ini melaju lebih dari 500 km/jam dengan jangkauan mencapai 500 km.

Utusan Kepresidenan Ukraina, Vladyslav Vlasiuk, menyebut senjata ini terlibat di Odesa.

Banderol membawa hulu ledak fragmentasi seberat 114 kg berisi bahan peledak 50 kg.

Biaya produksi Banderol diperkirakan menelan Rp 730 juta hingga Rp 2,2 miliar.

>>> Diskon Kulkas Side by Side 480L di Transmart Tembus Rp 4 Juta

Angka tersebut jauh lebih murah dibanding rudal jelajah yang mencapai Rp 11,8 miliar.

📰 Update Terbaru