⌂ Beranda News Restrukturisasi Besar, Telkom Kurangi Jumlah Anak Usaha Tanpa PHK
News

Restrukturisasi Besar, Telkom Kurangi Jumlah Anak Usaha Tanpa PHK

Restrukturisasi Besar, Telkom Kurangi Jumlah Anak Usaha Tanpa PHK
Restrukturisasi Besar, Telkom Kurangi Jumlah Anak Usaha Tanpa PHK
A A Ukuran Teks16px

PT Telkom Indonesia melakukan perombakan besar terhadap struktur bisnisnya melalui langkah penyederhanaan portofolio.

Jumlah anak usaha perusahaan telekomunikasi tersebut dipangkas secara bertahap dari sebelumnya 67 perusahaan.

>>> Kisah Unik Sabah Lolos ke UCL Berkat Modal Kuis Televisi

Target akhir dari proses restrukturisasi ini adalah menyisakan sebanyak 19 perusahaan saja.

Proses Restrukturisasi dan Target Perampingan

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia Seno Soemadji menyampaikan proses ini sudah berjalan.

Per Juni 2026, jumlah anak usaha Telkom tercatat telah berkurang menjadi 48 perusahaan.

Pihaknya menargetkan jumlah tersebut dapat terus berkurang hingga mencapai angka 19 pada akhir tahun ini.

Seno mengakui proses penyederhanaan ini memiliki tingkat kompleksitas dan dinamika yang luar biasa tinggi.

Sebagian dari proses perampingan tersebut kemungkinan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Restrukturisasi ini juga dibarengi proses delayering atau penyederhanaan lapisan organisasi perusahaan.

Salah satu langkah konkretnya adalah melakukan carve-out pada InfraNexia.

Sekitar 50% proses pemindahan telah dilakukan pada bulan Desember tahun sebelumnya.

>>> Peluang Timnas Vietnam Menyamai Rekor Thailand dan Singapura di Piala AFF

Tahap berikutnya ditargetkan berlangsung pada akhir September 2026.

Setelah itu, Telkom akan melanjutkan proses carve-out pada lini bisnis enterprise.

Perampingan ini merupakan bagian dari langkah strategis menuju struktur strategic holding.

Telkom induk nantinya akan lebih fokus pada strategi, kebijakan, serta tata kelola portofolio.

Sementara itu, operasional bisnis akan dijalankan melalui pilar-pilar di bawahnya.

Restrukturisasi besar tersebut turut memunculkan pertanyaan terkait dampaknya terhadap tenaga kerja.

Namun, Seno memastikan proses streamlining anak usaha ini dipastikan tidak akan melalui pemutusan hubungan kerja.

Pihaknya menegaskan perusahaan tidak boleh melakukan layoff dalam transformasi ini.

Tantangan utama dalam proses perampingan justru berkaitan dengan budaya perusahaan serta kepentingan pemangku kepentingan.

>>> Telkom 30 Jadi Jurus Transformasi Perusahaan Bidik Era AI Terbaru

Telkom terus membangun komunikasi dengan anak usaha agar transformasi berjalan sesuai target.

📰 Update Terbaru