PT Infra Fiber Teknologi berencana mendirikan manufaktur perakitan graphics processor unit di Indonesia untuk mendukung infrastruktur digital.
Langkah tersebut menjadikan perusahaan ini sebagai pelopor di dalam negeri menyusul kehadiran fasilitas serupa di Malaysia.
>>> Hadapi Perubahan Digital, Menkomdigi Lantik Anggota KPI Baru
Aryo Djojohadikusumo selaku Deputy CEO dan COO Arsari Group menyatakan perusahaannya kini mulai beralih masuk ke ranah manufaktur perakitan.
Kegiatan perakitan perangkat keras tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada bulan Desember tahun 2026 ini.
Hendra Purnama selaku Director of Finance RAIA Grid menjelaskan bahwa proses saat ini berfokus pada pencarian lokasi dan bangunan yang sesuai.
>>> Man United Dinilai Belum Bugar Main 90 Menit di Awal Liga Inggris
Renovasi bangunan yang dipilih diperkirakan memerlukan waktu sekitar 2,5 sampai 3 bulan sebelum siap beroperasi.
Permintaan terhadap perangkat GPU tersebut dinilai sangat tinggi terutama dari sektor pengelola pusat data.
Kapasitas produksi penuh diperkirakan dapat tercapai pada bulan Januari dengan kisaran 140 hingga 150 unit setiap bulannya.
>>> Final Piala AFF 2026: Vietnam Kunci Gelar Juara Usai Tahan Thailand
Pihak pengelola juga menyebutkan bahwa sudah terdapat kontrak pembelian berdurasi hingga 5 tahun ke depan.
