⌂ Beranda News Survei Sharing Vision 2026 Ungkap Potensi dan Tantangan Ekonomi Digital
News

Survei Sharing Vision 2026 Ungkap Potensi dan Tantangan Ekonomi Digital

Ilustrasi aktivitas ekonomi digital dan penggunaan teknologi di Indonesia
Survei Sharing Vision 2026 Ungkap Potensi dan Tantangan Ekonomi Digital
A A Ukuran Teks16px

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sering kali dibaca secara kurang tepat melalui euforia pengguna digital yang besar atau pesimisme terhadap platform global.

Survei Sharing Vision IT Business Outlook per Juni 2026 mencatat sebanyak 76 persen responden menilai intensitas aktivitas online mereka berada di kategori tinggi.

Aktivitas media sosial mendominasi sebesar 69 persen dalam tiga bulan terakhir.

Streaming video berada di angka 43 persen dan aktivitas berbelanja mencapai 38 persen.

Adopsi Kecerdasan Buatan dan Pembayaran Digital

Fenomena adopsi teknologi juga terlihat jelas pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Sebanyak 55,9 persen pengguna mengakses AI setiap hari atau hampir setiap hari.

Aplikasi ChatGPT mencatat tingkat pengenalan tertinggi mencapai 95 persen di antara responden.

Dari sisi finansial, sebanyak 77 persen responden menggunakan mobile banking sebagai layanan bank yang paling aktif.

Penggunaan e-money juga mencatat angka tinggi mencapai 96 persen dengan GoPay sebagai pemimpin pasar.

Metode pembayaran QRIS mendominasi pilihan konsumen dengan tingkat penggunaan mencapai 73 persen pada Juni 2026.

Risiko Keamanan dan Tantangan Nilai Ekonomi

Di balik tingginya statistik adopsi, digitalisasi membawa risiko kecanduan internet pada sebagian masyarakat.

Survei memperkirakan lebih dari 7 juta jiwa Generasi X, Y, dan Z mengalami kecanduan internet pada tingkat berat.

Persoalan lain mencakup penurunan kepercayaan data dan kasus penyalahgunaan data pribadi untuk penipuan.

Tantangan utama saat ini adalah memastikan nilai ekonomi dari aktivitas digital masyarakat tetap berputar di dalam negeri.

📰 Update Terbaru