Kehadiran platform kecerdasan buatan generatif sempat memicu kekhawatiran di kalangan pekerja industri kreatif.
Namun, sejumlah desainer lokal justru memanfaatkannya sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dalam berkarya.
Auguste Soesastro memanfaatkan teknologi tersebut untuk melakukan riset mendalam saat mengerjakan pesanan klien.
Ia memadukan berbagai sumber ke dalam platform digital untuk menyintesis informasi dan memastikan kesesuaian budaya.
Sementara itu, Stella Rissa menggunakan perangkat serupa untuk memasangkan busana koleksi couture ke karakter virtual rancangannya.
Proses pembuatan tersebut menuntut tim kreatifnya untuk menyusun perintah detail demi memperluas batas imajinasi.
Di sisi lain, Andy Tan mengandalkan teknologi untuk menghasilkan visualisasi tiga dimensi guna efisiensi bisnis fesyen.
Metode ini membantu memangkas biaya produksi sekaligus mengurangi sisa kain sebelum pakaian diproduksi secara massal.