Suku Bajo dikenal sebagai pengembara laut yang mendiami wilayah perairan Indonesia, Malaysia, dan Filipina dengan kemampuan menyelam luar biasa.
Mereka dilaporkan mampu mencapai kedalaman 61 meter dalam sekali tarikan napas serta bertahan di bawah air selama lebih dari sepuluh menit.
Studi ilmiah dalam jurnal Cell meneliti apakah kelompok masyarakat pesisir ini telah mengalami evolusi biologis untuk mendukung aktivitas tersebut.
Perbedaan Ukuran Limpa dan Peran Genetik
Peneliti melibatkan puluhan individu dari Suku Bajo serta Suku Saluan yang tinggal di Sulawesi Tengah untuk menguji sampel DNA dan ukuran limpa.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Suku Bajo memiliki ukuran limpa rata-rata 50% lebih besar dibandingkan Suku Saluan.
Karakteristik fisik tersebut ditemukan pada seluruh anggota masyarakat Bajo tanpa terkecuali, yang membuktikan bahwa hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik.
Analisis genom juga mengidentifikasi seleksi alam pada gen PDE10A yang memicu peningkatan hormon tiroid untuk memperbesar ukuran limpa.
Selain itu, adaptasi pada gen BDKRB2 turut mengatur refleks menyelam guna menghemat persediaan oksigen bagi organ vital seperti otak dan jantung.