XLSmart memastikan tiga merek di bawah naungannya, yakni XL, Smartfren, dan Axis, mendapatkan pengalaman jaringan 5G yang setara.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menegaskan bahwa satu jaringan digunakan untuk ketiga merek tersebut.
"Kalau penggunanya pakai SIM card XL, tercatatnya dia XL. SIM card-nya Smartfren, tercatat dia pakai Smartfren.
SIM card Axis juga tercatat dia Axis. Padahal, jaringannya itu-itu juga," ujarnya dalam media gathering di Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Merza mengakui bahwa persepsi masyarakat masih melihat ketiga brand tersebut berbeda. Hal itu menjadi pekerjaan rumah operator seluler hasil merger XL Axiata dan Smartfren ini.
"Bahwa ketiga brand ini ada di bawah naungan XLSmart, nggak ada yang lain. Oleh sebab itu, menggunakan jaringan yang sama," tegasnya.
Perusahaan memastikan tidak ada perlakuan khusus atau menganaktirikan merek tertentu.
"Sama apanya? Sama bagusnya, sama kualitasnya, sama coverage-nya, sama stabilnya, sama murahnya.
Jadi tinggal milih. Manapun yang dipilih, tetap milih saya," ungkap Merza.
Saat ini, XLSmart meningkatkan target pengembangan jaringan 5G dari 88 kota menjadi 101 kota hingga akhir 2026.
Sinyal 5G yang disediakan tidak hanya hadir di titik-titik tertentu, melainkan tersedia menyeluruh di kota yang telah ditetapkan sebagai wilayah layanan 5G.
Keyakinan untuk memperluas cakupan 5G muncul setelah perusahaan mendapatkan tambahan spektrum dari lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Juli lalu.
Untuk layanan 5G, XLSmart mengandalkan dua spektrum khusus, yakni lebar pita 40 MHz di frekuensi 2,3 GHz dan lebar pita 50 MHz di frekuensi 2,6 GHz.
"Jadi total 90 MHz dialokasikan ke 5G di kota-kota yang kita luncurkan. Untuk 700 MHz untuk mendukung 4G, juga 850 MHz, 1,8 GHz, 2,1 GHz.
Jadi, 4G still, kebanyakan pelanggan masih 4G," kata Direktur & Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam.