Dentuman yang diduga berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau terdengar hingga sejumlah wilayah yang berjarak ratusan kilometer pada Sabtu, 05 Sep 2026 14:15 WIB.
Menariknya, suara misterius tersebut tidak terdengar secara merata di berbagai daerah.
Ada wilayah yang letaknya jauh justru mendengar dentuman, sementara di lokasi lain suara erupsi sama sekali tidak terdengar.
Di Bandung Raya, sejumlah warga bahkan melaporkan getaran hingga membuat kaca dan bagian rumah ikut bergetar.
Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati menyatakan fenomena semacam itu secara ilmiah memang dapat terjadi.
Berdasarkan literatur, suara gunung api tidak selalu terdengar lebih kuat di lokasi yang lebih dekat dengan sumber.
Perambatan suara tersebut dipengaruhi oleh berbagai kondisi atmosfer seperti perbedaan temperatur, arah angin, serta kecepatan angin.
Energi akustik besar yang dilepaskan ketika erupsi mampu merambat hingga ratusan kilometer jauhnya.
Fenomena serupa sebelumnya pernah tercatat terjadi saat erupsi Gunung Kelud pada 2014 serta aktivitas Anak Krakatau pada April 2020.
Kendati demikian, PVMBG menekankan bahwa kesamaan waktu hanya menunjukkan indikasi korelasi dan belum cukup membuktikan sumber dentuman secara pasti.
Pihak PVMBG menyebut topografi Bandung berupa cekungan belum dapat dipastikan menjadi penyebab getaran terasa lebih kuat di wilayah tersebut.
Dugaan kuat aktivitas Anak Krakatau berhubungan dengan laporan dentuman karena terjadi dalam waktu berdekatan.
Namun, pencocokan data serta analisis lanjutan dari pakar gelombang suara dan atmosfer masih diperlukan.
