Sejumlah wilayah seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung belakangan ini terdampak oleh hujan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Kondisi ini membuat penggunaan pelindung pernapasan menjadi sangat krusial bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Namun, banyak warga yang masih melakukan kesalahan kecil sehingga partikel debu berbahaya tersebut masih bisa menembus saluran pernapasan.
Pakar Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman, mengingatkan pentingnya memperhatikan metode penggunaan pelindung yang tepat.
Menurutnya, masker yang digunakan harus dalam kondisi basah lembap agar efektif menyaring material letusan gunung.
Abu vulkanik memiliki karakteristik mudah menempel pada air sehingga permukaan kain yang lembap mampu menahannya.
Selain itu, material tersebut tersusun atas silika atau pasir kuarsa yang memiliki tingkat kekerasan tinggi.
Sifat keras ini membuat abu vulkanik berpotensi menggores permukaan kaca serta bodi kendaraan bermotor jika salah dibersihkan.
