Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia juga meminta masyarakat memantau informasi terkait kebencanaan dari sumber terpercaya.
Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat signifikan sejak Jumat (4/9) malam dengan status Level III atau Siaga.
Abu vulkanik telah terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Erupsi tersebut menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan serta memicu kekhawatiran masyarakat akibat isu potensi tsunami.
Dentuman dan getaran yang sempat terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat turut membuat warga khawatir.
Meutya mengimbau warga mengikuti perkembangan aktivitas gunung dan sebaran abu vulkanik dari kanal resmi seperti PVMBG, BMGK, dan BNPB.
Ia menegaskan pentingnya memastikan keakuratan informasi demi menghindari misinformasi atau informasi menyesatkan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya mengenai kondisi gunung.
Bagi warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Menkomdigi membagikan sejumlah langkah menjaga keselamatan dan kesehatan.
Masyarakat diimbau menggunakan masker yang tepat seperti N95 atau KN95 apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Warga juga diminta mengenakan kacamata pelindung serta menghindari penggunaan lensa kontak selama kondisi udara dipengaruhi abu vulkanik.
Aktivitas di ruang terbuka sebaiknya dikurangi dan warga disarankan tetap berada di dalam ruangan jika tidak ada keperluan mendesak.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta membuat jalan licin.
Warga perlu mencuci tangan serta wajah setelah beraktivitas di luar ruangan dan melindungi sumber air bersih dari paparan abu.
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan juga diimbau tidak mendekati kawasan gunung atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.