⌂ Beranda News Studi ilmiah ungkap kemampuan abu vulkanik kurangi emisi karbon
News

Studi ilmiah ungkap kemampuan abu vulkanik kurangi emisi karbon

Ilustrasi abu vulkanik di kawasan gunung berapi
Studi ilmiah ungkap kemampuan abu vulkanik kurangi emisi karbon
A A Ukuran Teks16px

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu turunnya hujan abu vulkanik di berbagai wilayah.

Di balik kekhawatiran dampak pernapasan, material vulkanik menyimpan potensi besar untuk lingkungan.

Sejumlah peneliti dari Universitas Brawijaya pernah mengkaji manfaat abu vulkanik.

Kajian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science Direct pada 25 November 2020.

Abu vulkanik dapat menyediakan nutrisi penting bagi tanah dan mengurangi gas karbon dioksida.

Proses pelapukan material ini mampu menyerap CO2 dari atmosfer secara alami.

Tanah yang terbentuk dari tefra atau abu vulkanik dikenal dengan nama Andisol.

Jenis tanah mineral ini tercatat sebagai salah satu yang paling subur di dunia.

Andisol hanya mencakup 1% permukaan bumi tetapi menyimpan 5% cadangan karbon global.

Di Indonesia, tanah dari material vulkanik mencakup sekitar 31,7 juta hektar.

Letusan gunung berapi yang sering terjadi membuat pasokan tefra melimpah.

Penyerapan CO2 dari letusan signifikan dapat mencapai ratusan juta ton setiap tahunnya.

Meski demikian, para ahli menyebut potensi ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Mekanisme geokimia terkait pelapukan mineral perlu dipahami guna mengoptimalkan metode aplikasinya.

📰 Update Terbaru