Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terjadi pada Senin pagi berdasarkan pembaruan data meteorologi.
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara serta jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak.
Berdasarkan analisis citra satelit, material abu vulkanik bergerak menjauhi gunung dengan pola berbeda sesuai tingkat ketinggian.
Pada lapisan atmosfer rendah hingga sekitar 4,57 kilometer, pergerakan abu mengarah ke tenggara hingga barat laut.
Wilayah yang masuk dalam cakupan tersebut meliputi sebagian DKI Jakarta, Banten, Lampung, serta Jawa Barat.
Sementara itu, pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi mencapai sekitar 15,24 kilometer, abu terbawa angin ke arah barat daya.
Kondisi di lapisan tinggi ini utamanya menjadi perhatian bagi keselamatan aktivitas penerbangan sipil.