⌂ Beranda News Kelemahan Proyeksi Mercator Dorong PBB Ubah Peta Dunia
News

Kelemahan Proyeksi Mercator Dorong PBB Ubah Peta Dunia

Perbandingan proyeksi peta dunia
Kelemahan Proyeksi Mercator Dorong PBB Ubah Peta Dunia
A A Ukuran Teks16px

Perserikatan Bangsa-Bangsa baru saja menyerukan agar peta dunia saat ini segera diganti.

Langkah ini diambil untuk mencerminkan ukuran sebenarnya dari berbagai benua di bumi.

Resolusi Perbaiki Peta diadopsi oleh Majelis Umum untuk memperbaiki ketidaksesuaian pada peta Mercator.

Selama ini, benua Afrika ditampilkan memiliki ukuran yang mirip dengan wilayah Greenland.

Padahal pada kenyataannya, wilayah Afrika sekitar 14 kali lebih besar daripada Greenland.

Kelemahan dan Sejarah Peta Mercator

Peta Mercator diciptakan pada tahun 1569 oleh seorang kartografer asal Flandria bernama Gerardus Mercator.

Tujuan utamanya saat itu adalah membantu para pelaut Eropa menavigasi samudra luas.

Ia ingin garis lurus pada peta tampak seperti garis lurus di dunia nyata.

Untuk menjaga sudut tetap akurat, garis kisi harus direntangkan lebih lebar saat menjauh dari khatulistiwa.

Akibatnya, negara di dekat khatulistiwa tampak lebih kecil dan wilayah dekat kutub tampak merenggang.

Lebih dari 450 tahun kemudian, ciptaan ini masih dipakai di ruang kelas, televisi, hingga Google Maps.

Para pengkritik menilai ada efek psikologis yang membuat wilayah besar dianggap lebih penting.

Ahli geografi Kenya menyebut hal ini secara implisit mengecilkan sumber daya dan populasi Afrika.

PBB akhirnya mengadopsi peta Equal Earth untuk menyajikan ukuran daratan yang lebih akurat.

Namun, peta baru tersebut mengorbankan garis lurus sehingga tidak bisa dipakai untuk bernavigasi.

📰 Update Terbaru