Kehadiran iPhone Duo menandai langkah perdana Apple masuk ke pasar ponsel lipat.
Perangkat ini membawa sederet daya tarik mulai dari teknologi kamera bawah layar hingga dukungan pena digital Apple Pencil.
Namun di balik kecanggihan teknologinya, iPhone Duo menyisakan celah kritis pada desain fisiknya.
Bodinya terasa jauh lebih tebal dan berat jika dibandingkan dengan para pesaing utamanya dari ekosistem Android.
Perbandingan Bobot dan Dimensi
iPhone Duo mencatatkan bobot sebesar 254 gram dengan ketebalan 11,3 mm saat kondisi terlipat.
Angka tersebut kalah ramping jika disandingkan dengan jajaran ponsel lipat Android generasi 2026.
Google Pixel 11 Pro Fold hadir dengan bobot 239 gram dan ketebalan 10,1 mm.
Sementara itu, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra memiliki bobot 215 gram dan ketebalan 8,9 mm.
Adapun Samsung Galaxy Z Fold 8 tercatat memiliki bobot 201 gram dengan ketebalan 9,7 mm.
Tebalnya sasis iPhone Duo ini disinyalir berkaitan erat dengan hadirnya dukungan fitur stylus Apple Pencil.
Samsung sendiri memilih menanggalkan dukungan S Pen sejak meluncurkan Galaxy Z Fold 7 demi mengejar desain ekstra tipis.
Manager Departemen Riset dan Pengembangan Samsung, Hee-Cheul Moon, menegaskan bahwa bobot adalah faktor paling krusial dalam merancang ponsel lipat.
Menurutnya, menurunkan bobot perangkat merupakan metrik terpenting untuk meningkatkan nilai guna serta pengalaman pengguna.