Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional mendalami sistem vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui jejak magma pada batuan.
Analisis sementara menunjukkan sistem dapur magma gunung tersebut berada pada kisaran kedalaman 7,4 hingga 26,6 kilometer.
Metode Analisis Sampel Batuan
Kedalaman itu diperoleh melalui metode geothermobarometry guna membaca tekanan dan suhu saat mineral terbentuk.
Data tekanan dikonversikan menjadi kedalaman menggunakan persamaan hidrostatik dan referensi densitas batuan kerak.
Sampel mineral Anak Krakatau menunjukkan kisaran tekanan tinggi sekitar 185 hingga 665 MPa.
Indikasi Dua Kelompok Magma
Hasil pemodelan mengindikasikan adanya kelompok mineral halus untuk dapur magma dangkal.
Sementara kelompok mineral kasar menunjukkan keberadaan dapur magma yang lebih dalam.
Temuan ini sejalan dengan studi seismik tomografi sebelumnya yang menemukan dua kelompok dapur magma.
Meski demikian, riset ini masih bersifat awal dan terus berjalan untuk melihat evolusi sistem magmatik.