⌂ Beranda News Misteri Anomali Air Laut Krakatau yang Belum Terpecahkan BRIN
News

Misteri Anomali Air Laut Krakatau yang Belum Terpecahkan BRIN

Ilustrasi kawasan laut Gunung Anak Krakatau yang dipantau sensor BRIN.
Misteri Anomali Air Laut Krakatau yang Belum Terpecahkan BRIN
A A Ukuran Teks16px

Sistem pemantauan tsunami milik Badan Riset dan Inovasi Nasional menangkap anomali muka air laut di sekitar kompleks Gunung Anak Krakatau.

Fenomena itu sempat diamati pada 7 September 2026 dan hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utamanya.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Semeidi Husrin, memaparkan temuan tersebut secara daring pada Senin.

Anomali itu terlihat dari bentuk gelombang muka air yang tidak menyerupai pola pasang-surut normal.

Perubahan muka air biasanya membentuk pola sinusoidal, sementara pada anomali tersebut terdapat bagian puncak gelombang yang tampak datar.

Tim periset awalnya menduga faktor lokal seperti kapal, material mengapung, atau gas menjadi pemicu kemunculan anomali itu.

Namun, pemeriksaan data dari Pulau Sebesi menunjukkan fenomena serupa juga muncul di wilayah tersebut.

Hal tersebut membuat penyebab anomali tidak bisa langsung dikaitkan dengan kondisi lokal di sekitar sensor Pulau Rakata.

Meski menangkap anomali, Semeidi memastikan fenomena tersebut sama sekali tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Perangkat ukur IDSL/PUMMA yang memantau kawasan Selat Sunda dirancang khusus mendeteksi perubahan muka air secara real-time.

Data pemantauan itu pun tersedia secara online dan gratis agar bisa dianalisis lebih lanjut oleh para peneliti lain.

📰 Update Terbaru