CEO Nvidia Jensen Huang menyebutkan bahwa akselerator kecerdasan buatan atau AI buatan perusahaannya mampu terus produktif hingga delapan tahun atau lebih.
Pernyataan tersebut menepis anggapan umum di dalam industri teknologi yang selama ini menilai masa pakai prosesor grafis hanya berkisar empat tahun saja.
Saat berbicara dalam konferensi Nvidia GTC di Berlin, Huang mendeskripsikan perangkat keras perusahaannya sebagai produk yang tahan lama dan fleksibel.
Ia meminta para investor serta lembaga keuangan agar mengubah cara pandang dalam menilai investasi infrastruktur teknologi AI.
Menurut Huang, risiko bagi pemberi pinjaman yang dijaminkan dengan perangkat keras Nvidia termasuk yang paling rendah dibandingkan aset lainnya.
Hal tersebut dipengaruhi oleh nilai sisa chip Nvidia yang tetap tinggi serta kemampuannya untuk dialihkan ke berbagai jenis workload.
Pandangan tersebut didukung oleh CEO Tesla dan xAI, Elon Musk, yang menilai perangkat keras lama bisa lebih menguntungkan untuk inference.
