Seekor satwa unik yang masuk dalam kelompok primata berbisa mengejutkan para peneliti usai kembali terlihat di kawasan urban.
Hewan malam bertubuh mungil ini sebelumnya sempat dikira telah punah dari habitat aslinya.
Makhluk nokturnal tersebut terakhir kali tercatat secara ilmiah pada 1937 silam.
Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa puluhan individu berhasil didokumentasikan di berbagai wilayah Pulau Bangka antara rentang 2015 hingga 2025.
Ancaman Habitat dan Upaya Penyelamatan
Sebagian besar satwa yang ditemukan berada di dekat pekarangan rumah serta pinggir jalan raya. Kondisi mereka kerap memprihatinkan akibat tersengat kabel listrik atau mengalami serangan hewan lain.
Organisasi penyelamatan satwa liar setempat mencatat banyak dari primata itu berhasil dipulihkan sebelum dilepasliarkan.
Kendati demikian, ancaman kerusakan habitat akibat alih fungsi lahan dan penambangan liar masih membayangi kelangsungan hidup mereka.
