⌂ Beranda › News › Demi Infrastruktur AI, Microsoft Buka Opsi Resign Sukarela
News

Demi Infrastruktur AI, Microsoft Buka Opsi Resign Sukarela

Gedung perkantoran Microsoft
Demi Infrastruktur AI, Microsoft Buka Opsi Resign Sukarela Pexels
A A Ukuran Teks16px

Microsoft menawarkan paket pengunduran diri sukarela kepada banyak karyawannya dalam upaya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan.

Langkah ini bertujuan menyeimbangkan infrastruktur kecerdasan buatan yang mahal dengan efisiensi modal perusahaan.

Raksasa software tersebut mengumumkan penawaran pengunduran diri sukarela baru bagi karyawan tertentu di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris.

Menurut sumber, sekitar 60.000 karyawan memenuhi syarat untuk mengikuti program ini.

Langkah tersebut berdampak pada sekitar 27% dari total tenaga kerja Microsoft yang berjumlah 223.000 orang.

Microsoft terus meningkatkan pengeluaran untuk data center guna mengakomodasi tingginya permintaan komputasi AI.

Perusahaan juga menyediakan layanan cloud untuk Anthropic, OpenAI, dan sejumlah perusahaan lain.

Belanja modal untuk kuartal September diperkirakan melampaui USD 50 miliar.

Pada kuartal yang sama tahun lalu, belanja modal dan sewa pembiayaan mencapai USD 34,9 miliar.

Kondisi tersebut membebani keuangan Microsoft secara keseluruhan.

Pada bulan April, perusahaan ini mengumumkan program pensiun sukarela untuk pertama kalinya.

Sekitar 7% karyawan di AS memenuhi syarat dalam program pensiun pertama tersebut.

Kemudian pada bulan Juli, Microsoft mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 4.800 karyawan.

Penawaran Pengunduran Diri Sukarela mencerminkan bagian penting dari cara perusahaan mengembangkan pendekatan terhadap perubahan.

Tindakan itu menciptakan fleksibilitas lebih besar bagi karyawan untuk merancang babak baru dalam hidup mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amy Coleman selaku Chief People Officer Microsoft.

Microsoft saat ini berada di tengah transformasi model bisnis.

Perusahaan semakin berupaya mengenakan biaya kepada klien berdasarkan seberapa banyak AI yang mereka gunakan.

Microsoft telah membekali para pemrogram, tenaga penjual, dan pekerja rantai pasokan dengan berbagai tool AI.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru