Langit di sejumlah wilayah Kalimantan mulai tampak lebih bersih setelah hujan mengguyur kawasan yang sebelumnya tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Perubahan tersebut membawa kelegaan bagi warga yang harus menghadapi udara tercemar serta jarak pandang terbatas selama tiga bulan terakhir.
Mekanisme Deposisi Basah dalam Membersihkan Udara
Secara ilmiah, air hujan membantu membersihkan atmosfer lewat proses yang dinamakan deposisi basah atau wet deposition.
Saat tetesan air jatuh melewati udara, partikel pencemar termasuk sisa asap kebakaran ikut tertangkap dan terbawa turun ke permukaan.
Proses tersebut mengurangi jumlah partikel melayang sehingga jarak pandang di permukaan berpotensi untuk membaik.
Meskipun demikian, efektivitas hujan sangat bergantung pada kondisi atmosfer serta volume asap yang terus dihasilkan oleh titik kebakaran aktif.
Arah dan kecepatan angin juga memegang peranan penting dalam menentukan pergerakan polutan menjauh atau mendekati permukiman.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika beserta para pakar iklim mengingatkan bahwa langit cerah belum tentu menjamin udara sudah aman untuk dihirup.
Hujan yang tidak merata belum tentu mampu meluruhkan seluruh partikel PM2.5 ataupun memadamkan bara api gambut yang masih melepaskan asap di bawah tanah.