Kementerian Komunikasi dan Digital mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap jawaban yang diberikan oleh chatbot kecerdasan buatan.
Pengguna diminta untuk selalu memeriksa ulang informasi tersebut melalui berbagai sumber yang tepercaya demi memastikan kebenarannya.
Keterbatasan Sistem AI
Marroli J. Indarto selaku Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi menyampaikan bahwa teknologi ini memiliki banyak manfaat.
Namun, jawaban yang diberikan oleh sistem tetap memiliki keterbatasan karena dihasilkan berdasarkan pola data yang masuk ke model bahasa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Ngopi Komdigi di Jakarta pada Kamis.
Keterlibatan manusia dinilai sangat penting untuk melakukan pengecekan terhadap informasi yang dihasilkan oleh sistem.
Pengguna disarankan melakukan verifikasi silang serta mencari konfirmasi langsung pada media online yang telah terverifikasi.
Beberapa platform kecerdasan buatan bahkan telah menyertakan peringatan bahwa sistem mereka masih memiliki potensi kesalahan.
Komdigi juga menekankan pentingnya transparansi dari platform digital dalam penggunaan teknologi tersebut.