Amerika Serikat menghadapi gelombang panas yang tidak biasa pada bulan Oktober 2026.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu ancaman serius terhadap kestabilan pembangkit listrik di 13 negara bagian.
Pemerintahan Trump lantas mengeluarkan perintah darurat untuk mengantisipasi potensi mati listrik massal.
Langkah antisipasi ini berpotensi melindungi sekitar 60 juta penduduk Amerika dari dampak gangguan pasokan.
Departemen Energi menugaskan PJM Interconnection selaku operator gardu regional memakai kekuatan tambahan.
Peningkatan pasokan diperlukan seiring tingginya kebutuhan listrik dan adanya jadwal perawatan fasilitas.
Kebijakan darurat yang mulai berlaku sejak 16 Oktober ini berlandaskan pada UU Tenaga Listrik Federal.
Sejumlah fasilitas pembangkit diizinkan beroperasi melampaui kapasitas normal demi menjaga kestabilan suplai.
Pihak PJM memastikan gangguan darurat ini sejauh ini belum mengganggu para konsumen secara langsung.
Meski demikian, operator tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi pola cuaca yang sulit diprediksi.