Perkembangan kecerdasan buatan kini tidak hanya memicu kekhawatiran terkait lapangan pekerjaan global saja.
Bagi Google, teknologi AI justru berdampak langsung dengan memakan pendapatan perusahaan itu sendiri.
Para eksekutif mengungkapkan bahwa pertumbuhan Mode AI memicu perlambatan pada pendapatan iklan.
Perusahaan menghasilkan uang dari iklan dalam jumlah lebih sedikit melalui AI dibandingkan pencarian konvensional.
Saham Alphabet selaku induk perusahaan sempat mengalami penurunan hingga 12% pada hari Kamis waktu setempat.
Penurunan tersebut menghapus nilai pasar perusahaan hingga hampir mencapai USD 500 miliar.
Pencarian browser selama ini telah menjadi fondasi utama internet modern serta mesin pencetak uang.
Banyak pengguna kini hanya membaca ringkasan AI di Google Search tanpa menelusuri situs secara langsung.
Google mengambil risiko besar atas bisnis warisan yang telah lama membangun kekayaan perusahaan.
Kendati demikian, pihak perusahaan memandang penurunan pendapatan ini sebagai investasi demi visi masa depan.
CEO Sundar Pichai menyatakan investasi AI mendorong pertumbuhan kueri pencarian tercepat dalam lima tahun terakhir.
Google kembali bertindak seperti sebuah startup yang lebih mengutamakan tingkat penggunaan dibandingkan pendapatan.
Chief Business Officer Philipp Schindler menyebut mayoritas kueri di mode AI bersifat menambah peluang monetisasi.
Riset pengguna menunjukkan masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran iklan di ruang-ruang baru tersebut.