Pengelola Nama Domain Indonesia sedang mengupayakan agar puluhan aksara lokal bisa masuk ke dalam ekosistem internet.
Langkah ini bertujuan untuk menghadirkan aksara daerah sebagai bagian dari nama domain digital.
Ketua PANDI, Isnawan Aslan, menyampaikan bahwa saat ini ada 26 aksara Nusantara yang belum masuk ke dalam sistem tersebut.
Pihaknya tengah memproses pengembangan nama domain berbasis aksara lokal seperti aksara Jawa, Sunda, dan Bali.
Upaya ini dinilai penting untuk mempertahankan identitas budaya nasional di tengah dominasi huruf Latin di internet.