Spesies katak pohon Amazon memiliki keunikan fisik yang luar biasa pada bagian matanya.
Hewan dengan nama ilmiah Osteocephalus oophagus ini mempunyai mata berwarna emas yang dihiasi garis-garis hitam bersilangan.
Pola mata tersebut berbeda pada setiap individu dan berfungsi hampir seperti sidik jari manusia.
Penulis studi Dr. Mélissa Peignier mengungkapkan kekagumannya saat pertama kali melihat keindahan mata katak tersebut di lapangan.
Para peneliti kemudian menjalankan proyek penangkapan dan pelepasan selama musim hujan pada 2021, 2022, serta 2023 di Guyana Prancis.
Tim peneliti berhasil melakukan 392 penangkapan yang melibatkan 103 individu katak.
Identifikasi katak dilakukan secara visual berdasarkan pola mata unik yang telah dipotret sebelumnya.
Metode ini memungkinkan para peneliti untuk membiarkan katak tanpa harus menyentuh atau mengganggunya.
Perangkat lunak bernama WILD-ID digunakan untuk memverifikasi identitas individu katak secara akurat.
Sistem ini menjadi penyempurnaan yang jauh lebih baik dibandingkan metode pemotongan jari kaki.
Pendekatan baru tersebut dinilai lebih aman karena katak arboreal sangat bergantung pada anggota tubuhnya untuk memanjat.
Penggunaan ciri-ciri alami ini terbukti mampu meminimalkan dampak buruk terhadap satwa yang diteliti di alam liar.