⌂ Beranda › News › Analisis Pertempuran Berdarah Antar Koloni Semut di Wilayah California
News

Analisis Pertempuran Berdarah Antar Koloni Semut di Wilayah California

Ilustrasi koloni semut yang saling bertarung di perbatasan wilayah
Analisis Pertempuran Berdarah Antar Koloni Semut di Wilayah California Pexels
A A Ukuran Teks16px

Perang brutal antara superkoloni semut yang saling bersaing telah berkecamuk selama puluhan tahun di wilayah San Diego, California.

Konflik berkepanjangan ini menewaskan jutaan semut setiap tahunnya dengan skala pertempuran yang mengingatkan pada peperangan manusia.

Konflik Pesisir California

California selatan menjadi rumah bagi lima superkoloni semut Argentina yang saling bersaing dan tidak akur satu sama lain.

Kelompok paling dominan menguasai jaringan sarang yang terhubung sepanjang 1.000 kilometer di sepanjang pesisir.

Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan setidaknya tiga koloni lebih kecil yang masing-masing menguasai wilayah seluas kota.

Bentrokan pecah ketika kelompok semut yang berbeda bertemu di perbatasan wilayah yang hanya berjarak beberapa meter.

Pertarungan antar superkoloni tercatat terjadi pada 40 persen kunjungan lapangan oleh para peneliti yang mengamatinya.

Rata-rata terdapat sekitar 15.000 kematian yang terjadi dalam setiap satu kali pertempuran.

Peneliti memperkirakan setidaknya 15 juta semut pekerja tewas dalam satu pertempuran perbatasan di dekat Danau Hodges.

Angka kematian tersebut tercatat selama masa studi enam bulan yang dilakukan di wilayah utara San Diego.

Kebuntuan Tanpa Akhir

Batas-batas wilayah kekuasaan semut tersebut nyaris tidak bergeser sama sekali selama berbulan-bulan penelitian.

Garis perbatasan kadang maju atau mundur, namun tidak ada pihak yang berhasil merebut wilayah secara permanen.

Kondisi ini membuat para superkoloni terjebak dalam perang abadi yang menghabiskan banyak nyawa.

Ahli biologi Mark W. Moffett menjelaskan bahwa semut Argentina tidak memiliki efek musuh yang akrab.

Di habitat aslinya di Amerika Selatan, mereka terprogram untuk terus bertarung tanpa pernah menyelesaikan konflik secara tuntas.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru