⌂ Beranda › News › Skandal mahasiswa fiktif keruk dana pendidikan dengan AI
News

Skandal mahasiswa fiktif keruk dana pendidikan dengan AI

Ilustrasi investigasi kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan
Aplikasi AI Buatan Mahasiswa Unikom Bantu Siswa Tunanetra Belajar Matematika Pexels
A A Ukuran Teks16px

Departemen Kehakiman Amerika Serikat membongkar skandal penipuan dana bantuan pendidikan federal yang berskala masif.

Kejahatan tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk merekayasa seluruh aktivitas akademik korban.

Modus Operandi Pemalsuan Identitas dan AI

Skema ini bermula dari pembelian data pribadi warga yang telah lulus sekolah menengah namun tidak melanjutkan kuliah.

Data tersebut kemudian dipakai untuk mendaftar ke berbagai universitas dan mengajukan bantuan pendidikan.

Sistem kecerdasan buatan bertugas mengisi formulir, menyelesaikan tugas, hingga menirukan kehadiran fisik dalam kelas daring.

Sisa dana pengembalian atau refund pasca pemotongan kampus lantas ditransfer ke ratusan rekening bank milik peretas.

Kerugian Finansial dan Sita Aset Kripto

Penyelidikan FBI dan Departemen Pendidikan menemukan pola perilaku mencurigakan pada lebih dari 830 ribu akun FAFSA.

Total kerugian akibat skema penipuan ini diperkirakan mencapai 130 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun.

Aparat juga menyita aset kripto senilai lebih dari 750 ribu dolar AS di Kenya terkait kasus ini.

Maraknya kasus ini membuat pemerintah memperketat sistem verifikasi identitas berbasis kamera bagi para pemohon.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru